Siapakah aku?? (Main game seru!)

Apa itu puzzle ?

Puzzle adalah permainan yang dimainkan dengan tujuan menyusun gambar, gambar diacak terlebih dahulu. Sehingga orang yang memainkannya mencoba menyusunnya di dalam bingkai dengan menghubungkan potongan-potongan atau kepingan gambar kecil sehingga menjadi gambar utuh.

Puzzle merupakan permainan yang membutuhkan kesabaran dan ketekunan dalam merangkainya. Puzzle merupakan kepingan tipis yang terdiri dari 2-3 bahkan 4-6 potong. Dengan terbiasa bermain puzzle, lambat laun mental orang terutama anak juga akan terbiasa untuk bersikap tenang, tekun, dan sabar dalam menyelesaikan sesuatu. Kepuasan yang didapat saat anak menyelesaikan puzzle pun merupakan salah satu pembangkit motifasi anak untuk menemukan hal-hal yang baru.

Kali ini, puzzle yang akan kita mainkan tidak berbentuk kayu maupun kepingan lainnya. Permainana puzzle ini berbentuk game aplikasi.

Caranya mudah sekali…

  1. Tinggal kalian buka link yang tersedia,
  2. Lalu akan muncul sebuah pertanyaan “Siapakah Aku?” dan sebuah pertanyaan serta beberapa keping gambar puzzle yang berantakan.
  3. Jawablah pertanyaan tersebut dengan menyatukan kepingan puzzle yang teracak.
  4. Jika kalian benar dalam memilih gambar, maka gambar tersebut akan langsung tertata pada kotak kuning.
  5. Tetapi jika kalian salah dalam memilih gambar, maka gambar tersebut tidak akan bergerak dan akan menimbulkan bunyi yang berbeda.

Selamat Bermain …

https://drive.google.com/open?id=1oeCrtIv9EvqlDeTgjm3NYClQeP2hxlsk

PUISI “KERASNYA DUNIA”

Kerasnya dunia ini…

Banyak orang yang bertopeng

Memakai topeng,

Hanya untuk menutupi sifat asli mereka

Mereka selalu berbicara baik di depan

Tetapi dalam pikiran mereka,

Selalu ingin menghancurkan orang yang tidak mampu

Mereka hanya bisa mengecewakan

Dan memberi harapan palsu saja

Berhati-hatilah terhadap manusia

Yang kamu anggap baik di depanmu,

Bisa jadi yang paling busuk di belakangmu

Cerita Perjalanan Liburan Ke Jepara

Pantai bandengan Jepara

Namaku Rara. Aku merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Adikku bernama Reno Aditya . Aku duduk di bangku Sekolah Dasar kelas 5. Pada saat liburan sekolah, aku diajak keluargaku pergi ke Jepara. Sebenarnya, bukan hanya satu keluargaku saja yang pergi untuk berlibur ke Semarang, tetapi liburan ini merupakan liburan sekampung halamanku di daerah Sragen. Karena setiap akhir tahun kampungku selalu mengadakan piknik bersama. Walaupun satu kampung tetapi aku tetap menganggap liburan ini sebagai liburan keluarga karena seluruh keluargaku ikut. Mulai dari ayah, ibu, adik, pakde, budhe, kakek, nenek dan saudara-saudaraku yang lain.

Pantai kartini Jepara

            Aku berangkat dari rumah pukul 5 pagi. Aku berangkat dari rumah menuju ke ujung gang dengan berjalan kaki dan aku menunggu bis di dekat gapura bersama keluarga dan orang-orang sekampung. Suasana sangat ramai saat menunggu bis bersama-sama. Ada yang keberatan membawa tasnya, ada yang lupa membawa topi dan harus kembali lagi ke rumah, ada juga anak kecil yang menangis karena tidak mau pergi. Aku sendiri sibuk bermain gadgetku sembari menunggu bis datang. Sekitar pukul 05.30 bis tiba dan kami pun langsung bersiap menaiki bus dan berangkat. Selama di perjalanan, kami berkaraoke riang gembira dan menikmati suasana pagi yang cerah di dalam bis. Perjalanan dari Sragen menuju Semarang menempuh waktu kurang lebih 5 jam lamanya karena kami tidak memilih lewat jalan tol. Andaikan kami memilih lewat jalan tol, pasti hanya membutuhkan waktu sekita 3 sampai 4 jam saja. Apadalah daya karena dana yang digunakan juga banyak dan sudah berkurang banyak untuk menyewa bis, kebutuhan makan, obat-obat an, dan lain sebagainya.

            Kami tiba di Semarang tepatnya di Pantai Kartini sekitar pukul 09.30. Suasana pantai kartini pada saat kami datang masih sepi. Mungkin karena kami datang terlalu awal. Kami bersenang-senang di pantai Kartini. Kami menaiki kereta mini yang ada di sana, kami juga mengunjungi aquarium raksasa yang ada di pantai Kartini. Di dalam Aquarium terdapat banyak ikan besar maupun ikan kecil. Seperti ikan hiu, ikan paus, ikan koi, dan kura-kura.Tiket masuk untuk memasuki aquarium raksasa adalah Rp17.000 untuk orang dewasa dan Rp12.000 untuk anak kecil. Banyak ikan yang aku foto dan aku rekam dengan video karena saking lucunya. Setelah pukul 11.00, aku bersama rombongan keluargaku terpisah dengan tetangga yang lain. Aku bersama keluargaku keluar dari aquarium raksasa kemudian menuju pantai untuk naik kapal. Kami naik kapal menuju pulau seberang dekat dengan pantai Kartini. Pulau yang kami kunjungi bernama pulau panjang. Yang konon katanya pulau panjang merupakan pulau milik R.A Kartini dan selalu menjadi tempat istirahatnya R.A Kartini. Setiap pengunjung dikenakan tarif Rp20.000. Jika bersama rombongan, harus pintar-pintar nego sama pemilik kapal. Perjalanan menuju lokasi tersebut memakan waktu sekitar 10 – 15 menit. Keseruan semakin bertambah karena dapat menikmati perjalanan ditemani gelombang laut, birunya air, dan deru angin menambah semangat perjalanan. Ingat, untuk selalu memakai pelampung demi keselamatan. Belum banyak orang yang mengetahui pulau panjang ini. Aku pun juga baru tahu setelah berada di pantai Kartini. Memasuki dermaga pulau ini, kami disambut dengan pepohonan yang rindang dan hamparan pasir putih serta banyak terumbu karang. Kondisi air lautnya juga sangat tenang sehingga cocok untuk berenang. Tetapi cuaca saat kami sampai di pulau panjang sangat panas. Mungkin karena kami datang terlalu siang. Tetapi tidak masalah bagiku, aku masih bisa menikmati indahnya pulau panjang dengan hamparan pasir putih dan terumbu karangnya.

            Selanjutnya, aku bersama rombongan keluargaku meninggalkan pulau panjang pada pukul 12.00. Setelah itu, aku dan keluargaku bersama rombongan sekampung sholat berjamaah di masjid dekat dengan aquarium raksasa dan melanjutkan untuk makan siang bersama. Kami meniggalkan pantai Kartini pukul 14.00. Lalu kami melanjutkan perjalanan menuju pantai berikutnya yaitu pantai Bandengan. Bisa dibilang tempat ini adalah alternatif liburan bila, pantai kartini penuh. Maklum saja, pantai kartini adalah ikon sekaligus jalur utama menuju ke surga impian jawa yaitu pulau karimunjawa. Pantai Bandengan juga tak kalah keindahannya dengan pantai Kartini dan Pulau Panjang. Pantai ini juga mempunyai pasir putih dan banyak pepohonan menjulang tinggi sehingga udara pun menjadi sejuk. Aku dengan keluargaku segera mencari tempat untuk menggelar tikar di dekat pantai dan menikmati indahnya pantai sambil minum es degan yang segar yang aku beli di sekitar sana. Walaupun sebenarnya cuaca di pantai ini sangat panas, sama seperti panasnya pantai Kartini, namun terbantu oleh pepohonan yang rindang. Adikku berenang lagi karena tidak tahan melihat air laut yang tenang dan begitu menyenangkan untuk berenang. Aku pun tiduran di tikar yang digelar tadi sambil menikmati semilirnya angin bersama daun-daun dari pohon palm. Waktu tak terasa semakin sore. Tepat pukul 16.30, aku bersama rombongan meninggalkan pantai bandengan dan pulang ke Sragen. Selama perjalanan, kami mampir ke pusat oleh-oleh di daerah Jepara.

            Setelah itu, aku bersama seluruh rombongan denga keadaan lelah bergegas untuk pulang. Walau lelah tetapi liburan ini terasa sangat menyenangkan karena seluruh keluargaku ikut. Selama dalam perjalanan pulang, semua orang dalam bis tidur. Mungkin karena saking lelahnya. Aku pun juga ikut tertidur dengan bantal leher yang aku bawa dan jaket yang aku selimutkan di badanku. Karena udaranya sangat dingin dan aku lupa membawa selimut, jadi aku memakai jaket untuk kujadikan selimut. Kami tiba di Sragen pukul 22.00. dengan wajah yang kusut dan badan yang lemas, aku membawa seluruh barang-barangku dan berjalan kaki pulang ke rumah. Itulah perjalananku saat liburan ke Jepara.

Ilustrasi Bahasa Indonesia Sebagai Alat Perhubungan Antar Daerah, Suku dan Budaya

Perbedaan Bahasa di Kelas Ani

            Ani merupakan murid Sekolah Dasar yang mayoritas teman-teman di kelasnya adalah orang Sunda. Ani sendiri berasal dari Jawa dan dibesarkan dalam tata cara keluarga yang memiliki adat Jawa. Secara spesifik memang tidak ada perbedaan yang mencolok selain dari bahasa yang digunakan. Jadi, tidak terlalu sulit baginya untuk berkomunikasi dengan teman yang mayoritas menggunakan bahasa Sunda. Tetapi tidak jarang Ani mengalami kebingungan untuk memahami kata-kata mereka ketika mengobrol menggunakan bahasa Sunda.

            Namun, ada pula teman Ani yang bernama Robby yang berasal dari Makassar, Sulawesi Selatan. Perbedaan budaya dan gaya bahasa cukup terlihat dan hampir menimbulkan konflik di kelas. Orang Makassar memiliki kebiasaan bicara dengan suara keras dan gamblangf. Jika Robby merasa tidak cocok atau tidak suka, dia langsung mengatakannya dengan nada tinggi dan ceplas ceplos. Hal ini membuat suasana kelas menjadi tidak nyaman. Hingga akhirnya, guru menyarankan untuk menggunkana Bahasa Indonesia yang baik dan benar untuk berkomunikasi satu sama lain agar tidak ada lagi yang berselisih antar bahasanya masing-masing. Dan seluruh teman kelas Ani pun setuju menggunakan bahasa Indonesia. Kini saat pembelajaran berlangsung, hampir tidak pernah lagi ada perselisihan yang disebabkan oleh perbedaan budaya.

Karena sejatinya, Indonesia merupakan sebuah negara yang kaya dan beranekaragam suku maupun budaya. Kita sebagai warga negara Indonesia harus senantiasa menjunjung tinggi bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu bangsa Indonesia. Jangan sampai karena perbedaan budaya yang dimiliki malah akan menjadi boomerang untuk bangsa Indonesia.