IBU

Kala aku masih kecil
Aku masih di pangkuanmu
Kala itu pula aku tak pernah paham
Tentang apa yang kau tuturkan
Tentang apa yang kau lakukan untukku

Kala itu pula aku tak paham
Bagaimana pengorbananmu
Kau selalu mengajariku akan kebenaran
Hingga aku dewasa

Dan kini aku baru sadar
Sayangnya, kau sudah tak ada di sisiku
Aku merindukanmu, ibu…

Tuhan…
Berilah balasan akan segala pengorbanan ibuku..
Puisi Ibu Karya Chairil Anwar
Ibu…
Pernah aku ditegur
Katanya untuk kebaikan
Pernah aku dimarah
Katanya membaiki kelemahan
Pernah aku diminta membantu
Katanya supaya aku pandai

Ibu…
Pernah aku merajuk
Katanya aku manja
Pernah aku melawan
Katanya aku degil
Pernah aku menangis
Katanya aku lemah

Ibu…
Tiap kali aku tersilap
Dia hokum aku dengan nasehat
Tiap kali aku kecewa
Dia bangun di malam nan sepi lalu bermunajat
Tiap kali aku dalam kesakitan
Dia obati aku dengan penawar dan semangat
Dan kala aku mencapai kejayaan
Dia kata bersyukurlah pada Tuhan
Namun…
Tak pernah aku melihat air mata dukamu
Mengalir di pipimu
Sungguh begitu kuatnya dirimu

Ibu…
Aku sayang padamu
Tuhanku…
Aku berdoa pada-Mu
Sejahterakanlah dia
Selamanya…

GOPAL DAN TAS AJAIB

Di suatu desa, tinggal sebuah keluarga yang hidup bahagia. Di dalam keluarga tersebut terdiri dari ayah, ibu dan satu orang anak laki-lakinya yang bernama Gopal. Orang tua gopal bernama Joko dan Sutinah. Gopal adalah siswa kelas 3 SD. Jarak ke sekolah tidak jauh dari rumahnya. Dengan berjalan kaki hanya membutuhkan waktu 10 menit untuk sampai ke sekolah. Setiap hari Pak joko dan Ibu Sutinah bekerja di sawah milik tetangganya. Mereka hidup sangat sederhana. Cukup untuk makan dan minum sehari-hari. Mereka mempunyai kebiasaan menolong orang yang sedang kesusahan. Karena kebiasaannya itu, banyak penduduk yang senang terhadap mereka. Hari demi hari Pak Joko dan Bu Sutinah habiskan waktu di sawah. Tiada kejenuhan yang mereka rasakan. Setiap pulang sekolah, Gopal selalu menyusul kedua orang tuanya di sawah. Kadang di hari libur, gopal juga ikut membantu kedua orang tuanya di sawah. Gopal mempunyai hobby membaca. Saat pulang sekolah, dia selalu membawa buku yang dia suka untuk dibaca di sebuah gubuk kecil di sawah. Karena ketidakmampuan kedua orang tuanya untuk membelikan buku-buku, gopal sering meminjam buku di perpustakaan sekolah dan meminjam buku dari teman-temannya. Walaupun begitu, dia sering kali lupa mengembalikan buku tepat pada waktunya. Dia selalu lupa meletakkan buku yang dia pinjam. Dia sering menunda pengembalian buku baik buku temannya maupun buku perpustakaan. Ketidakpastiannya itu membuat teman gopal menjadi jengkel kepadanya. Walaupun begitu, dia tidak pernah menghilangkan buku yang dia pinjam.

Pada siang hari saat gopal sedang membaca di sebuah gubuk kecil di sawah, ada seorang kakek tua yang berpakaian compang-camping yang sedang kelaparan dan kehausan. Kakek itu duduk di gubuk yang lain dekat dengan gubuk yang gopal tempati. Gopal segera menghampiri kakek tersebut. Gopal mencoba bertanya kepada kakek tersebut.

Gopal : “Selamat siang kakek. Kakek kelihatan sangat pucat sekali. Ada yang bisa gopal bantu?”

Kakek : “Nak, kakek sangat lapar dan haus. Tapi kakek tidak punya uang untuk membeli.”

Gopal : “Ini ada sedikit nasi dan air yang gopal punya. Ini untuk kakek.”

Kakek : “Tapi kamu bagaimana nak? Apa kamu tidak lapar?”

Gopal : “Tidak kek, sebelum kesini gopal sudah makan di rumah. Ini untuk kakek.”

Kakek : “Terima kasih nak, kamu sangat baik.”

Setelah selesai makan, kakek tersebut kembali mengucapkan terima kasih kepada gopal. Lalu kakek itu memberikan sebuah tas yang jelek dan compang-camping sebagai imbalannya. Tetapi gopal menolak pemberian kakek tersebut. Gopal memberi makan dan minum tidak bermaksut apa-apa. Hanya agak sedih kalau melihat orang yang kesusahan. Tetapi kakek itu tetap memaksa untuk memberi tas tersebut dan akhirnya gopal pun menerimanya. Setelah itu, si kakek itu pun pergi untuk melanjutkan perjalanannya.

Hari berikutnya, gopal bangun pagi-pagi. Gopal terkejut  melihat tas yang diberikan kakek kemarin. Tas yang semula jelek dan compang camping, kini berubah menjadi tas yang bagus dan berkilauan cahaya. Lalu gopal hendak pergi ke sekolah. Sesampai di sekolah, semua temannya kaget melihat tas gopal yang sangat bagus. Lalu salah satu teman gopal yang  bernama erik bertanya kepadanya.

Erik     : “Dari mana kamu mendapatkan tas sebagus ini, pasti kamu mencurinya?”

Gopal  : “ Tidak, saya tidak mencuri.”

Erik     : “Sudahlah, mengaku saja.”

Tetapi gopal tidak ingin menceritakan darimana gopal mendapatkan tas itu. Gopal langsung masuk kelas karena bel sudah berbunyi. Sesampai di rumah, ibu gopal juga bertanya darimana dia mendapatkan tas itu. Gopal menceritakan kejadiannya kapada ibu. Ibunya langsung percaya karena menurut ibunya, gopal merupakan anak yang jujur dan tidak pernah berbohong. Hanya saja dia sering lupa. Ayahnya pun juga menanyakan hal yang sama kepada gopal. Dan gopal menceritakan kejadiannya. Ayahnya langsung percaya kepadanya.

Tak terasa satu malam telah berlalu. Pagi-pagi gopal sudah bangun dan menyiapkan semua buku yang hendak dibawanya ke sekolah. Termasuk buku PR yang ia kerjakan semalam. Bel sudah berbunyi, gopal segera masuk kelas. Pak guru masuk ke kelas dan memeriksa PR masing-masing dan siapa yang tidak mengerjakan PR disuruh berdiri di depan kelas sampai waktu istirahat. Sewaktu gopal membuka tasnya dilihatnya semua bukunya tidak ada. Padahal dia sudah mempersiapkan bukunya tadi pagi. Hati gopal cemas, wajahnya pucat. Lalu pak guru bertanya kepadanya.

Pak guru : “Ada apa gopal, kamu sakit?”

Gopal  : “ Aaanu pak, buku saya hilang.”

Pak guru : “Apa, buku kamu hilang?”

Gopal  : “Saya juga tidak tahu pak. Padahal sudah saya masukkan tas.”

(Pak guru pun langsung memeriksa tas gopal)

Pak guru : “Nah ini bukumu.”(sambil mengeluarkan buku dari tas gopal)

Gopal  : “Tapi tadi tidak ada pak.”

Pak guru : “Sudah-sudah, kamu memang sering lupa.”

Setelah pulang sekolah, gopal termenung membayangkan yang dikatakan oleh pak guru. Hari berikutnya saat gopal hendak berangkat sekolah, tiba-tiba buku yang akan dia bawa tidak ada lagi di dalam tasnya. Lalu dia bertanya kepada ayah dan ibunya. Tetapi Pak Joko dan Bu Sutinah tidak mengetahuinya. Gopal mencari dimana-mana tapi tidak ketemu juga. Lalu ibu gopal membuka tasnya dan menemukan buku yang gopal cari. Gopal semakin bingung dengan tas yang diberikan oleh kakek tua beberapa hari yang lalu.

Setelah lama gopal dipermainkan oleh tasnya, dia baru sadar bahwa tas yang dipakainya adalah tas ajaib. Dahulu tas itu digunakan oleh orang untuk menyimpan barang berharga seperti emas dan permata. Tas itu juga dipergunakan sebagai tempat bersembunyi dalam peperangan. Di dalam tas inilah tempat yang paling aman. Dengan tas tersebut gopal tidak perlu lagi meletakkan buku-bukunya di sembarang tempat karena di dalam tas seperti di dalam rumah yang mewah. Sehingga gopal menyimpan semua bukunya di dalam tas ajaib itu. Jadi, dia tidak usah capek-capek mempersiapkan bukunya sehari-hari. Tas ajaib sungguh membuat hati gopal senang dan gembira. Setiap kali temannya meminta gopal mengembalikan buku pinjamannya, ia selalu membawanya.